Puisi Tentang Tsunami
Pagi Itu
Pagi itu fajar tidak datang
Ia melimpat rapat rapat,
Tak sedikit pun terlihat
Kupikir memang pagi masih sangat buta
Kudapat kabar dari laut,
Airnya surut.
Kudengar kabar dari awan,
Gemuruh sedang berpesta dengan kawan-kawan
Aku juga disambut angin,
Kujabat tangannya, dingin.
Tanah pijakan kakiku gemetar
Entah pasukan apa yang sedang berlari
Apa yang mereka kejar?
Orang-orang berteriak "Lari! Selamatkan diri!"
Ini situasi genting!
Berhambur seluruh umat bergegas mencari tempat tertinggi
Pilihannya lari atau mati
Kaki mereka ditangkap pasukan ombak
Mereka tak mampu lagi, lututnya melemah
Air meninggi, mereka menghilang
Hening.
Tak ada teriakan lagi.
- Fransiska Januar (Januari 7, 2020)
Komentar
Posting Komentar